Makalah LK II HMI CAB. Jayapura

Jumat, 19 Desember 2014


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
       HmI yang kini telah berusia 67 tahun merupakan organisasi tertua dan terbesar di Indonesia tentu mengalami dinamika perkembangan dari tahun-ketahun  yang berdampak pada eksistensi organisasi. Lahir pada 5 Februari 1947 diprakarsai oleh kanda Prof. Dr Lafran Pane seorang mahasiswa dengan pandangan visioner berinisiatif untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang diberi nama Himpunan mahasiswa Islam disingakat HmI. Dengan tujuan awal untuk mempertinggi derajat Rakyat dan Negara Republik Indonesia dan mempertegak serta mengembangkan agama Islam.
       Berbicara organisasi tidak terlepas dari anggota  yang telah melalui proses pengkaderan yang kemudian disebut kader. Seorang keder memiliki ciri bergerak dan terbentuk dalam organisasi serta mempunyai komitmen yang konsisten dalam memperjuangkan tujuan organisasi, serta yang takkalah penting seorang kader memiliki bobot dan kualitas sebagai tulang punggung atau kerangka yang mampu menyangga kesatuan komunitas yang besar, aspek kualitas merupakan  hal terpenting dari sebuah pengkaderan sehingga eksis dan berkembangnya sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas para kader.
       Untuk menciptakan kader-kader yang bekualitas tersebut, dibutuhkan sebuah wadah yang merupakan sumber inspirasi dan motivasi bagi kader untuk dapat mengaktulisasikan segala kemampuan baik potensi serta minat dan bakat. Artinya motivasi dan kemampuan dari kader merupakan sesuatu yang potensial untuk kemudian diakomodir sehingga fungsi organisasi  sebagai wadah pengembangan diri  kader dapat teraktualisasi, tetapi juga yang takkalah penting untuk menjaga agar perjuangan melaksanakan tujuan atau misi organisasi dapat tercapai.
       Tapi kemudian muncul berbagai persoalan diantaranya masalah banyaknya kader yang kurang bahkan tidak aktif sama sekali baik kader  lama maupun baru. Dengan begitu banyaknya persolan keaktifan kader HmI. Maka kami membuat makalah dengan judul“SINERGI MOTIVASI KADER DAN MENAJEMEN ORGANISASI SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KUALITAS HmI CABANG JAYAPURA”. Semoga makalah ini dapat memberikan solusi. Amin
1.2  RUMUSAN MASALAH
Dinamika kader HmI yang sekarang mengalami penurunan yang secara otomatis berdampak pada kinerja organisasi, sehingga dirasa perlu untuk mengkaji permasalahan kader untuk perkembangan HmI kedepan. Adaapun rumusan masalahnya adalah:
1.    Apa faktor-faktor penyebab ketidak aktifan kader ?
2.    Apa upaya yang dapat dilakukan untuk mengaktifkan kembali kader ?
3.    Bagaimana upaya mengembangkan kualitas kader ?


1.3  TUJUAN PENULISAN
        Makalah ini dibuat sebagai salah satu upaya untuk mengetahui permasalahan kurang aktifnya kader dalam berorganisasi dan sebisa mungkin memberikan solusi. yang isyaallah kedepan HmI tidak lagi mengalami yang namanya kekurangan atau kesulitan mendapatkan  kader. dan nantinya akan memudahkan HmI untuk mencapai tujuan yang di cita-citakan. Menciptakan rakyat adil, makmur dan sejahtera. Dan untuk memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti Intermediate Training yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jayapura.



1.4  BATASAN MASALAH
       Kader yang dimaksud dalam makalah ini dibatasi hanya pada lingkup HmI cabang jayapura komisariat USTJ

1.5  METODE PENULISAN
       Dalam peulisan makalah ini kami menggunakan metode pustaka dimana semua sumber untuk penulisan makalah ini berasal dari literature/buku yang berhubungan dan metode quisioner.
BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1  MOTIVASI
a)      Pngertian motivasi
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.[1] Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi[2] Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.
Teori motivasi menyatakan ada motivasi internal dan ada motivasi eksternal. Motivasi internal dibentuk oleh kebutuhan, keinginan dan harapan yang terdapat dalam diri seseorang. Motivasi ekternal meliputi kekuatan yang terdapat dalam dalam tubuh individu. Dengan kata lain motivasi eksternal . dipengaruhi oleh pihak luar sehingga pihak luar dapat mengendalikan prilaku individu tersebut3.
.
b.     variabel-variabel motivasi
Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa 3 variabel motivasi yaitu: (1) Motif atas kebutuhan dari pekerjaan (Motive); (2) Pengharapan atas lingkungan kerja (Expectation); (3) Kebutuhan atas imbalan (Insentive).
1.      Motif
Menurut Cut Zurnali (2004), motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu. Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya.
2.      Expectation (harapan)
RL. Kahn dan NC Morce (1951: 264) secara singkat mengemukakan pendapatan mereka tentang expectation, yakni Expectation which is the probability that the act will obtain the goal. Jadi harapan adalah merupakan kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan
3.      Insentif ( kebutuhan akan imbalan)
Menurut Cut Zurnali,  insentif adalah suatu perangsang atau daya tarik yang sengaja diberikan kepada seseorang dengan tujuan agar ikut membangun, memelihara dan mengarahkan sikap atau tingkah laku mereka kepada satu tujuan yang akan dicapai.


2.2  KADER
Menurut AS hornby (dalam kamusnya oxford advanced learner’s dictionary) dikatakan bahwa “cader is a small group of people who are specially choes and trained for a particular purpose, atau “cader is a member of this kind of group; they were to become the cadres of the new community party”. Jadi pengertian kader adalah “sekelompok orang yang terorganisir secara terus manerus dan akan menjadi tulang punggung bagi kelompok yang lebih besar”.
2.3  MANAJEMEN
Menurut Marry Parker Follet manajemen adalah seni melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang-orang. Sering pula disebut sebagai pengaturan atau pengelolaan sumber daya yang ada sehingga hasilnya masimal. Inti dari mnajemen adalah kepemimpinan, karena tanpa adanya kepemimpinan kita tidak dapat mengatur sumber daya yang ada3. Ada 4 fungsi utama manajemen menurut terry yaitu:
1.     Planning (Perencanaan)
Menurut Dr. Mohammad Abdul Mun’in Khumais, Planning (Perencanaan) adalah Menentukan bentuk pekerjaan yanga akan dikerjakan dengan mengatur segala persiapan untuk menghadapi bentuk kegiatan yang akan datang.
2.     Organizing (Pengorganisasian)
Organizing (Pengorganisasian) adalah pengelompokkan dan pengaturan orang untuk dapat digerakkan sebagai satu kesatuan sesuai dengan rencana yang telah dirumuskan, menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
3.     Actuating (Penggerakkan)
Actuating (Penggerakkan) adalah suatu fungsi pembimbingan berupa komando dan koordinasi berupa petunjuk untuk menggerakkan serta mengarahkan pada tujuan.
4.     Controlling (Pengawasan)
Menurut Henry Fayol, Controlling (Pengawasan) adalah mengetahui kejadian-kejadian yang sebenarnya dengan ketentuan dan ketetapan peraturan, serta menunjuk secara tepat terhadap dasar-dasar yang telah ditetapkan dalam perencanaan semula.

2.4  ORGANISASI
Chester I. Bernard mengatakan bahwa organisasi adalah suatu system kerja sam yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama atau organisasi itu sendiri.
3          PENGEMBANGA
Pengembangan adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemempuan teknis, teoritis konseptual dan moral.
2.5  KUALITAS
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (kbbi) Kualitas adalah tingkat baik buruknya sesuatu.




BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kurang Aktifnya Kader
Poin ini mengacu pada hasil questioner yang telah diserbarkan dengan duabelas yang  berbentuk motivasi dan dua puluh satu yang berbentuk manajemen didapatkan data sebagai berikut :
            3.1.1    Motifasi
a.       Manfaat berorganisasi
Data yang di dapat dari quisioner  79 persen kader merasa dibeari manfaat yang besar dan 21 persen mearsa cukup.
b.      Informasi tentang organisasi
21 persen keder yang kurang mendapatkan informasi tentang HmI 63 persen merasa cukup 13 persen yang beranggapan informasi yang didapatkan baik dan 3 persen tidak menjawab.
c.       Dukungan keluarga
Dari segi dukungan keluarga 18 persen kurang didukung, 58 persen cukup didukung keluarga dan 29 persen  sangat didukung
d.      Minat dan bakat
6 persen kader minat dan bakatnya belum tersalurkan, 55 persen menjawab kurang dan 39 persen merasa minat dan bakatnya sudah tersalurakan.  Minat dan dakat kader belum tersalurkan dengan baik.
e.       Waktu yang diluangkan kader untuk organisasi.
5.4 persen sangat kurang waktu yang dapat diluangkan untuk organisasi, 34 persen kader waktunya kurang untuk organisasi , 37 persen yang punya cukup waktu. Dan 21 persen memiliki banyak waktu luang. 2.6 persen tidak menjawab.
f.        Kehadiran kader
29 persen kader yang kehadirannya kurang, 35 persen  memiliki kehadiran yang cukup, 16 persen memiliki kehadiran yang baik dalam mendukung keaktifan kader dan 3 persen tidak menjawab.
g.       Pengaruh organisasi membentuk karakter dan pengembangan diri.
58 persen merasa baik, 37 persen merasa cukup, 3 persennya kurang
h.       Motivasi kader bergabung di HmI.
2 persen  kader belum mendapatkan motivasinya bergabung di HmI, 32 persen kurang, 50 persen cukup dan 16 persen kader telah mendapatkan motivasinya di HmI
i.         Kegiatan yang dilakukan menjawab kebutuhan mahasiswa.
5.5 persen menjawab kurang sekali, 37 persen merasa kurang, 50 persenya cukup baik, 5,5 menyatakan sudah baik. 2 persen tidak menjawab.
j.        Minat dan bakat kader.
5.5 persen kader menjawab kurang sekali, 47 persen menjawab kurang, 34 persen menjawab cukup baik,8 persen menjawab baik dan 5.5 persen tidak menjawab.
k.      Masalah pribadi
29 persen menjawab kurang, 47 persen merasah kurang, 18 menjawab sudah baik dan tidak menjawab sebanyak 6 persen.
l.         Komitmen bergabung di HmI
5 persen menjawab kurang, 37 persenya cukup baik, 53 persen sudah baik dan 5 persen tidak menjawab.



3.1.2.      Manajemen
a.       mengenal antar kader
26 persen kurang mangenal, 47 persen cukup saling mengenal, 24 persen kader yang sudah mengenal kader. Dan 3 persen tidak menjawab.
b.      Komunikasi yang dilakukan oleh ketua umum
5 persen merasa masih kurang, 29 persen meresa sudah cukup baik, 63 persen menjawab sudah baik dan 3 persen tidak menjawab.
c.       Manfaat sekertariat
8 persen menjawab masih kurang, 18 persen menjawab sudah cukup baik, 68 persen menjawab sudah baik dan 6 persen tidak menjawab.
d.      Informasi yang didapatkan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
8 persen menjawab kurang, 45 persen menjawab cukup baik, 45 persen menjawab sudah baik dan 2 persen tidak menjawab.
e.       Materi motifasi yang didapatkan di HmI.
32 persen menjawab kurang, 55 persen menjawab cukup baik, 11 persen menjawab sudah baik. Dan 2 persen tidak menjawab.

f.        Materi pengembangan diri yang didapatkan di HmI.
8 persen menjawab kurang sekali, 39 menjawab kurang, 42 menjawab cukup baik, 8 persen merasa sudah baik dan 3 persen tidak menjawab.
g.       Materi keorganisasian yang didapatkan di HmI
39 persen menjawab kurang, 50 persen menjawab cukup baik, 8 persen menjawab sudah baik dan 2 persen tidak menjawab.
h.       Materi keislaman yang di dapatkan di HmI
11 persen menjawab sangat kurang, 37 persen menjawab kurang, 42 parsen menjawab sudah cukup baik, 8 persen menjawab sudah baik dan 2 persen tidak menjawab.

i.         Materi pengembangan profesi atau jurusan yang di dapatkan di HmI
16 persen menjawab sangat kurang, 39 persen menjawab kurang, 39 persen menjawab cukup baik, dan 3 persen menjawab sudah baik dan 3 persen tidak menjawab.
j.        Pengelolaan iuran kas HmI
5 persen menjawab sangat kurang, 29 menjawab kurang, 37 persen menjawab  cukup baik, 16 persen mejawab sudahbaik dan 13 persen tidak menjawab.
k.      Mengenal alumni
8 persen menjawab sangat kurang, 47 persen menjawab kurang, 32 persen menjawab cukup baik, 8 persen menjawab sudah baik dan 5 persen tidak menjawab.
l.         Kegiatan yang tepat pada waktunya.
21 persen menjawab senagat kurang, 37 persen menjawab kurang, 26 persen menjawab cukup baik, 3 persen menjawab sudah baik dan  6 persen tidak menjawab.

m.     Peran alumni dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
13 persen menjawab sangat kurang, 37 persen menjawab kurang, 32 persen menjawab sudah cukup baik,13 persen menjawab sudah baik  dan 5 persen tidak menjawab.


n.       Metodologi yang dilakukan pemateri saat menyampaikan materi.
2 persen menjawab sangat kurang, 6 persen menjawab kurang, 68 persen menjawab cukup baik, 18 persen menjawab sudah  baik dan 6 persen tidak menjawab.



o.      Materi atau pelatihan kewirausahaan dan pelaksanaannya.
5 persen menjawab sangat kurang, 42 persen menjawab kurang, 39 persen menjawab cukup baik, 3 persen menjawab baik dan 11 persen tidak menjawab.
p.      Referensi tentang HmI yang disediakan oleh komisariat
32 persen menjawab kurang, 47 persen menjawab cukup baik, 13 persen menjawab sudah baik dan 8 persen belum menjawab.

q.      Kekompakan kader hmi
16 persen menjawab kurang, 55 persen menjawab cukup baik, 21 persen menjawab sudah baik, dan 8 persen tidak menjawab.

r.        Pemanfaatan media komunikasi
3 persen menjawab sangat kurang, 29 persen menjawab kurang, 50 persen menjawab cukup baik, 16 persen menjawab sudah baik dan 2 persen tidak menjawab.

3.2 Upaya- Upaya Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengaktifkan Kembali Kader
       Sesuai dengan apa yang diterangkan di atas maka upaya yang dapat dilakukan untuk meengaktifkan kembali kader yang kurang aktif sebagai berikut :
3.2.1         Motivasi
a)      Menyalurkan minat dan bakat kader
       Dari quisioner yang disebarkan kapada kader 5.5 persen kader menjawab kurang sekali minat dan bakatnya sudah tersalurkan  dan  47 persen menjawab kurang. Sehingga dibutuhkan kegiatan-kegiatan yang dapat manjawab keinginan kader dalam hal ini manat dan bakatnya dapat tersalurkan secara maksimal.
b)      Hmi dituntut bisa membantu masalah pribadi kader
Jadi HmI dapat membantu masalah pribadi kader setidak-tidaknya dalam bentuk morill sehingga kader punya tempat untuk berkeluh kesah akan masalah-masalah yang dihadapi.
3.2.2        Manajemen
a)      Memperbanyak materi tentang pengembangan diri
       Materi tintang pengembangan diri selama ini masih dirasa kurang seperti retorika, keprotokoleran, pidato, artikel dan makalah. Terbukti dari quisioner yang didisebarkan  8 persen menjawab kurang sekali, 39 persen menjawab kurang. Jadi dirasa perlu untuk meningkatkan materi yang selama ini diberikan.
b)      Memperbanyak materi tentang ke- Islaman
       Himpunan mahasiswa Islam disingkat HmI dri namanya saja sudah seharusnya kader-ladernya memegang teguh nilai-nilai keislaman dan menjadi panutan namun bertolak belakang dari nama dan asanya, ternyata masih banyak kader merasa bahwa kajian keislaman selama ini masih dirasa kurang dengan perolehan data dari quisioner yaitu 11 persen menjawab sangat kurang, 37 persen menjawab kurang. Jadi dirasa perlu untuk memperbanyak materi-materi ke-Islaman.
c)      Memperbanyak materi tentang pengembangan profesi atau jurusan.
16 persen menjawab sangat kurang, 39 persen menjawab kurang. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa materi pengembangann profesi selama ini masih sangat kurang. Jadi dirasa sangat perlu untuk menambah materi ini.
d)      Mempererat tali silaturrahim antara alumni dan kader
Mengenal alumni dirasa sangat penting. Karna dapat menjadi sumber motivasi bagi kader.
e)      Konsisten terhadap waktu
Dari quisioner didapatkan data sebagai berikut 21 persen menjawab senagat kurang kegiatan-kegiatan yang dilakukan berjalan tepat pada waktunya dan  37 persen menjawab kurang. Dengan demikian dirasa perlu untuk merubah kebiasan mengulur-ulur waktu (atau biasa disebut dengan istilah jam karet).
3.3      Upaya Meningkatkan Kualitas Kader.
a.       Pembentukan integritas dan watak
Yakni kepribadian yang terbentuk sebagai pribadi muslim yang menyadari tanggung jawab kekhalifahannya dimuka bumi, sehingga citra ahlakul karimah senantiasa tercermin dalam pola pikir, sikap dan perbuatan.
b.      Pengembangan kualitas intelektual
Yakni segala upaya pembinaan yang mengarah pada penguasaan dan pengembangan ilmu (sains) pengetahuan (knowledge) yang senantiasa dilandasi nilai-nilai islam.
c.       Pengembangan kemampuan profesional
Yakni segla  usaha pembinaan yang mengrah pada peningkatan kemampuan menstranformasikan ilmu pengetahuan ke dalam perbuatan yang nyata sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya secra konsepsional, sistematis dan praktis untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal sebgai perwujudan amal shaleh


d.      Pembentukn karakter kemandirian
Yakni segala usaha pembinaan kepribadian mandiri dalam mewujudkan kader yang kreatif dan inovatif yang senantiasa dilandasi nilai-nilai islam.



BAB IV
PENUTUP

4.1  Kesimpulan
       Dari penjabaran di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada 2 hal yang sangat menpengaruhi keaktifan kader. pertama motivasi dimana motivasi berperan penting untuk kader. Kader tidak akan bertahan dalam organisasi ini jika tidak memiliki motifasi dan kedua yaitu manajemen jadi ketika kader memiliki motivasi baik maka manajemen juga harus baik.


4.2   Saran
Bicara tentang keaktifan kader HmI cabang jayapura komisariat universitas sain dan teknologi jayapura yang harus menjadi perhatian utamanya adalah mengelolah manajemen dengan baik karna penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwakader memiliki motivasi berorganisasi yang baik.
      

0 komentar:

Posting Komentar